pajak pph 23 berapa persen
pajak pph 23 berapa persen

Pajak PPh 23 adalah pajak penghasilan yang dikenakan atas penghasilan yang diterima oleh Wajib Pajak dalam bentuk sewa, penghasilan dari penyerahan hak atas tanah dan/atau bangunan, serta penghasilan lain yang bukan berupa gaji. Namun, berapa persen tarif pajak PPh 23 yang harus dibayarkan oleh Wajib Pajak? Simak penjelasan lengkapnya di bawah ini.

Pajak PPh 23 berlaku bagi Wajib Pajak yang memperoleh penghasilan tertentu, seperti sewa tanah dan/atau bangunan, royalti, hadiah undian, dan lain sebagainya. Tarif pajak PPh 23 sendiri berbeda-beda tergantung jenis penghasilan yang diterima dan status Wajib Pajak. Berikut ini adalah beberapa poin penting yang perlu Anda ketahui tentang pajak PPh 23:

Jenis Penghasilan yang Dikenai Pajak PPh 23

Penghasilan yang dikenai pajak PPh 23 antara lain adalah:

– Sewa tanah dan/atau bangunan

– Royalti

– Hadiah undian

– Penghasilan dari penyerahan hak atas tanah dan/atau bangunan

– Penghasilan lain yang bukan berupa gaji

Tarif Pajak PPh 23

Tarif pajak PPh 23 berbeda tergantung pada jenis penghasilan yang diterima oleh Wajib Pajak. Berikut ini adalah tarif pajak PPh 23 untuk beberapa jenis penghasilan:

– Sewa tanah dan/atau bangunan: 10%

– Royalti: 15%

– Hadiah undian: 25%

– Penghasilan dari penyerahan hak atas tanah dan/atau bangunan: 2,5%

– Penghasilan lain yang bukan berupa gaji: 15%

Kewajiban Pelaporan dan Pembayaran

Wajib Pajak yang memperoleh penghasilan yang dikenai pajak PPh 23 memiliki kewajiban untuk melaporkan penghasilan tersebut dan membayar pajak sesuai dengan tarif yang berlaku. Pelaporan dan pembayaran pajak PPh 23 dilakukan melalui Surat Setoran Pajak (SSP) dengan menggunakan formulir yang disediakan oleh Direktorat Jenderal Pajak (DJP).

Read More :   Perusahaan Jasa Konsultan Pajak Jakarta

Potongan Pajak PPh 23

Wajib Pajak yang membayar sewa tanah dan/atau bangunan kepada Wajib Pajak lain memiliki kewajiban untuk melakukan potongan pajak PPh 23 sebesar 10% dari jumlah pembayaran yang dilakukan. Potongan pajak ini kemudian harus disetorkan ke kas negara melalui DJP.

Konsekuensi Pelanggaran

Jika Wajib Pajak tidak melaporkan penghasilan yang dikenai pajak PPh 23 atau tidak membayar pajak sesuai dengan tarif yang berlaku, maka dapat dikenakan sanksi administrasi berupa denda atau penalti sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Apa saja jenis penghasilan yang dikenai pajak PPh 23?

Penghasilan yang dikenai pajak PPh 23 antara lain adalah sewa tanah dan/atau bangunan, royalti, hadiah undian, penghasilan dari penyerahan hak atas tanah dan/atau bangunan, serta penghasilan lain yang bukan berupa gaji.

Berapa tarif pajak PPh 23 untuk sewa tanah dan/atau bangunan?

Tarif pajak PPh 23 untuk sewa tanah dan/atau bangunan adalah 10%.

Kapan dan bagaimana cara melaporkan dan membayar pajak PPh 23?

Wajib Pajak yang memperoleh penghasilan yang dikenai pajak PPh 23 harus melaporkan dan membayar pajak tersebut setiap bulan atau setelah terjadinya transaksi. Pelaporan dan pembayaran dilakukan melalui Surat Setoran Pajak (SSP) dengan menggunakan formulir yang disediakan oleh DJP.

Apa konsekuensi jika tidak melaporkan atau membayar pajak PPh 23?

Jika Wajib Pajak tidak melaporkan atau membayar pajak PPh 23, dapat dikenakan sanksi administrasi berupa denda atau penalti sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Apakah ada potongan pajak PPh 23?

Ya, Wajib Pajak yang membayar sewa tanah dan/atau bangunan kepada Wajib Pajak lain memiliki kewajiban untuk melakukan potongan pajak PPh 23 sebesar 10% dari jumlah pembayaran yang dilakukan.

Read More :   Pajak Pt Perorangan 2023

Apakah tarif pajak PPh 23 dapat berubah?

Ya, tarif pajak PPh 23 dapat berubah sesuai dengan kebijakan pemerintah dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Bagaimana cara menghitung pajak PPh 23?

Pajak PPh 23 dihitung berdasarkan tarif yang berlaku untuk jenis penghasilan yang diterima oleh Wajib Pajak. Jumlah pajak yang harus dibayarkan dapat dihitung dengan mengalikan jumlah penghasilan dengan tarif pajak yang berlaku.

Apa yang harus dilakukan jika terjadi kesalahan dalam pelaporan atau pembayaran pajak PPh 23?

Jika terjadi kesalahan dalam pelaporan atau pembayaran pajak PPh 23, Wajib Pajak dapat mengajukan permohonan perbaikan atau pembetulan kepada DJP sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Beberapa keuntungan yang dapat diperoleh dengan membayar pajak PPh 23 secara tepat dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku antara lain:

– Menghindari sanksi administrasi berupa denda atau penalti

– Membantu membangun negara dan memperkuat perekonomian

– Menjaga kredibilitas dan reputasi sebagai Wajib Pajak yang patuh

Berikut ini adalah beberapa tips yang dapat membantu Anda dalam membayar pajak PPh 23 dengan tepat:

– Pastikan Anda memiliki pengetahuan yang cukup tentang aturan dan ketentuan pajak PPh 23

– Gunakan jasa konsultan pajak untuk membantu Anda dalam mengurus pelaporan dan pembayaran pajak

– Simpan semua bukti dan dokumen terkait penghasilan dan pembayaran pajak PPh 23

– Lakukan pelaporan dan pembayaran tepat waktu

Pajak PPh 23 adalah pajak penghasilan yang dikenakan atas penghasilan yang diterima oleh Wajib Pajak dalam bentuk sewa, penghasilan dari penyerahan hak atas tanah dan/atau bangunan, serta penghasilan lain yang bukan berupa gaji. Tarif pajak PPh 23 bervariasi tergantung pada jenis penghasilan yang diterima. Wajib Pajak memiliki kewajiban untuk melaporkan dan membayar pajak PPh 23 sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Jika tidak melaporkan atau membayar pajak PPh 23, dapat dikenakan sanksi administrasi. Dengan membayar pajak PPh 23 dengan tepat, Anda dapat menghindari sanksi dan turut membantu membangun

Read More :   Pt Perseorangan Pajak

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *